Story/Discovery

Terpencil ≠ Terbelakang

Entah sejak kapan, di benak saya tertanam formula terpencil = tidak maju. Mungkin karena sedari kecil, saya sudah terekspos pada pemikiran-pemikiran Barat yang mencetak polar civilized/uncivilized. Buku-buku yang saya baca, kisah-kisah yang saya dengar, menggambarkan bagaimana ruang sosial yang jauh dari perkotaan tidak tersentuh teknologi, gagap pengetahuan, dan menerapkan hukum rimba. Tetapi, justru pengalaman saya… Continue reading Terpencil ≠ Terbelakang

Advertisements
Story/Discovery

Si Sinden Biru

Orang tidak perlu mati untuk bisa menghantui. Saya bertemu si Penyinden kira-kira seminggu lalu lalu, dan sejak saat itu ia hadir dalam mimpi saya. Kebayanya biru, pekat dan berbrokat. Kainnya yang agaknya kepanjangan harus dia angkat agar bisa berjalan dengan leluasa. Rambutnya lurus dan disanggul dengan jepit sederhana yang biasa dipakai anak SMA. Tanpa poles… Continue reading Si Sinden Biru

Jelajah Jakarta

Dari Pasar Antik Cikini, Melaju ke Masa Lalu

Hanya lima menit berjalan dari Stasiun Cikini, saya sudah terlempar ke masa lalu. Batavia tahun 1922, di mana sebuah kalkulator menemani pekerjaan akuntan VOC. Yogyakarta tahun 1945, saat seorang ibu mendengarkan radio yang mengumumkan kemerdekaan Indonesia seraya mengarangi setrikanya. Madiun tahun 1957, ketika seorang pria membawa kotak cincin dan melamar kekasihnya. Nostalgia akan hal-hal yang… Continue reading Dari Pasar Antik Cikini, Melaju ke Masa Lalu

Opinion

Maybe We’re All Too Busy Dreaming

I always think that life is an unfinished journey. We arrive at one place and think about the next place we want to reach after. Right, every once and then, I meet a person who's present-people kind, just go wherever wind blows and follows life as its events unfold. I'd like to see myself as… Continue reading Maybe We’re All Too Busy Dreaming

Round Up

15 Unthinkably Handy Gifts for Your Traveler Fellow

Setiap kali ditanya orang-orang gimana resep jalan-jalan yang benar, saya bingung sendiri. Karena sesungguhnya, perjalanan adalah sesuatu yang personal dan opsional. Bagi saya, yang terpenting dari jalan-jalan adalah gimana caranya bikin diri kita happy dan terpenuhi. Kalau saya memenuhi diri saya dengan cara solo backpacking, mungkin nggak berlaku bagi kamu yang lebih suka bergerombol bareng… Continue reading 15 Unthinkably Handy Gifts for Your Traveler Fellow

Story/Discovery

Tengah Malam di Malang

Dosa besar anak metropolis yang jalan-jalan di kota non-Jakarta adalah menganggap semua fasilitas tersedia 20 jam sehari (pukul 5 pagi-12 malam). Begitu terlalu asyik eksplorasi di tempat wisata, bisa saja bablas kemalaman sampai nggak ada kendaraan! Kalau jalan-jalannya berombongan mah, sabodo teuing, bisa stop taksi atau sewa mobil harian kapan saja. Lah, kalau jalannya sendiri?… Continue reading Tengah Malam di Malang

Story/Discovery

Bravado di Pulau Pramuka

Tengah hari di Pulau Pramuka yang menyengat tidak menyurutkan niat saya merangkap pakaian renang berlengan panjang dengan kemeja. Bersama dua orang lainnya, saya berniat mencari titik di pulau yang masih menawarkan air bening dan pemandangan indah untuk berenang. Bukanlah tugas yang mudah, saya tahu, mengingat Pulau Pramuka adalah pulau tempat dermaga yang komersil dan dihuni… Continue reading Bravado di Pulau Pramuka